Industri Baja RI Susut 30-40%

Industri Baja RI Susut 30-40%

- detikFinance
Kamis, 28 Mei 2009 12:56 WIB
Surabaya - Krisis menyebabkan industri baja Indonesia mengalami penurunan produksi hingga 30-40%. Namun penurunan itu juga diderita oleh industri baja dari berbagai dunia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris saat meresmikan Pabrik Struktur Baja PT Dutacipta Pakarperkasa di Jalan Mastrip Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Kamis (28/5/2009).

"Seluruh dunia terkena krisis mengalami penurunan. Indonesia diantara 30 persen penurunannya," kata Fahmi Idris kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fahmi mengakui bahwa untuk saat ini, industri baja Indonesia masih kalah jauh dibandingkan China. China menurutnya mempunyai bahan baku yang besar dan banyak.

"Memang dibandingkan Cina jauh. Bahan baku paling besar dari aspek engineering lebih maju tapi di bandingkan negara lain kita cukup maju," ungkapnya.

Kendati industri baja mengalami penurunan produksi, namun untuk untuk industri konstruksi dari baja masih stabil. Pemerintah juga akan terus mengembangkan industri konstruksi baja dalam negeri untuk tetap menjaga pasar domestik.

"Konsumsi baja terus meningkat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur," imbuhnya.

Salah satu industri konstruksi baja yang dinilainya cukup baik adalah DCP. "Perusahaan konstruksinya cukup baik," tuturnya.

(wln/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads