Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris saat meresmikan Pabrik Struktur Baja PT Dutacipta Pakarperkasa di Jalan Mastrip Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Kamis (28/5/2009).
"Seluruh dunia terkena krisis mengalami penurunan. Indonesia diantara 30 persen penurunannya," kata Fahmi Idris kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang dibandingkan Cina jauh. Bahan baku paling besar dari aspek engineering lebih maju tapi di bandingkan negara lain kita cukup maju," ungkapnya.
Kendati industri baja mengalami penurunan produksi, namun untuk untuk industri konstruksi dari baja masih stabil. Pemerintah juga akan terus mengembangkan industri konstruksi baja dalam negeri untuk tetap menjaga pasar domestik.
"Konsumsi baja terus meningkat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur," imbuhnya.
Salah satu industri konstruksi baja yang dinilainya cukup baik adalah DCP. "Perusahaan konstruksinya cukup baik," tuturnya.
(wln/qom)
