Ekonomi Filipina Juga Memburuk

Ekonomi Filipina Juga Memburuk

- detikFinance
Kamis, 28 Mei 2009 15:35 WIB
Ekonomi Filipina Juga Memburuk
Manila - Filipina kini juga masuk dalam daftar negara ASEAN yang perekonomiannya terpuruk, hingga ke titik terburuk sejak krisis moneter 1998 silam. Meski masih mencatat pertumbuhan alias tidak minus, namun angkanya melambat ke titik terendah sejak 10 tahun terakhir.

Filipina hanya mencatat pertumbuhan ekonomi 0,4% pada kuartal IV-2009, dibandingkan pertumbuhan 2,9% pada kuartal IV-2008. Pertumbuhan kuartal I-2009 itu adalah terburuk sejak tahun 2998, ketika pertumbuhan ekonomi Filipina anjlok 2,4%.

"Penurunan historis di sektor manufaktur dan perdagangan membuat ekonomi Filipina tersedak," jelas Romulo Virula, pejabat senior kementerian perencanaan ekonomi Filipina seperti dikutip dari AFP, Kamis (28/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produksi industri pada kuartal I-2009 tercatat merosot hingga 2,1%, manufaktur anjlok 7,3%, perdagangan yang dipimpin elektronik turun 0,2%.

"Perekonomian Filipina kini sedang berjalan menuju ke resesi," jelasnya.

Namun soal resesi itu dibantah oleh Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina Ralph Recto. "Saya tidak memperkirakan sebuah resesi," bantahnya.

Recto memperkirakan perekonomian Filipina masih akan mengambang pada tahun 2009. Ia pesimistis Filipina mampu mencapai titik terendah dari target pertumbuhan ekonomi 2009 yang ditetapkan sebesar 3,1-4,0%.

"Mungkin perlu ada penyesuaian kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi kita untuk tahun ini," ujar Recto tanpa menyebutkan angka revisinya.

Filipina tidak sendiri mencatat pelemahan pertumbuhan ekonomi seiring terjadinya krisis global. Beberapa negara ASEAN sudah mengumumkan pertumbuhan ekonomi minus selama kuartal I-2009 seperti Singapura minus 10,1% dan Thailand minus 7,1%, Malaysia minus 6,2%.

Sementara Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi positif 4,4% karena lebih mengandalkan pada perekonomian domestik. Sehingga penurunan ekspor Indonesia masih bisa tertutupi oleh tumbuhnya perekonomian domestik. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads