Filipina hanya mencatat pertumbuhan ekonomi 0,4% pada kuartal IV-2009, dibandingkan pertumbuhan 2,9% pada kuartal IV-2008. Pertumbuhan kuartal I-2009 itu adalah terburuk sejak tahun 2998, ketika pertumbuhan ekonomi Filipina anjlok 2,4%.
"Penurunan historis di sektor manufaktur dan perdagangan membuat ekonomi Filipina tersedak," jelas Romulo Virula, pejabat senior kementerian perencanaan ekonomi Filipina seperti dikutip dari AFP, Kamis (28/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perekonomian Filipina kini sedang berjalan menuju ke resesi," jelasnya.
Namun soal resesi itu dibantah oleh Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina Ralph Recto. "Saya tidak memperkirakan sebuah resesi," bantahnya.
Recto memperkirakan perekonomian Filipina masih akan mengambang pada tahun 2009. Ia pesimistis Filipina mampu mencapai titik terendah dari target pertumbuhan ekonomi 2009 yang ditetapkan sebesar 3,1-4,0%.
"Mungkin perlu ada penyesuaian kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi kita untuk tahun ini," ujar Recto tanpa menyebutkan angka revisinya.
Filipina tidak sendiri mencatat pelemahan pertumbuhan ekonomi seiring terjadinya krisis global. Beberapa negara ASEAN sudah mengumumkan pertumbuhan ekonomi minus selama kuartal I-2009 seperti Singapura minus 10,1% dan Thailand minus 7,1%, Malaysia minus 6,2%.
Sementara Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi positif 4,4% karena lebih mengandalkan pada perekonomian domestik. Sehingga penurunan ekspor Indonesia masih bisa tertutupi oleh tumbuhnya perekonomian domestik. (qom/ir)











































