Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/5/2009).
"Pergerakan nilai tukar rupiah dan IHSG membaik bukan hanya karena perbaikan sentimen, tapi juga karena performance perusahaan-perusahaan Indonesia positif dibandingkan di negara- negara yang terkena krisis," tuturnya.
Dalam paparannya Sri Mulyani mengatakan sejak awal 2009 sampai 25 Mei, nilai tukar rupiah menguat 6,5%, sementara IHSG menguat hampir 40%. "Arus modal masuk juga sudah mulai terjadi kembali," imbuhnya.
Sri Mulyani menambahkan, pada Januari dan Februari 2009 kondisi ekonomi masih terkena imbas krisis ekonomi global. Namun pada bulan Maret telah terjadi perbaikan.
"Neraca perdagangan kita di kuartal I-2009 sudah positif US$ 1,793 miliar setelah pada tiga kuartal berturut-turut sebelumnya di 2008 negatif. Demikian juga dengan transaksi modal yang positif signifikan US$ 2,365 miliar setelah pada kuartal IV-2008 terjadi capital outflow sebesar US$ 4,119 miliar," paparnya.
"Jadi ini situasi yang kontradiktif dari perkiraan sebelumnya yang diperkirakan memburuk akibat imbas krisis ekonomi global," imbuhnya.
(dnl/qom)











































