"Kebijakan pemerintah cenderung neoliberal, BLT itu seperti tensoplast saja untuk menutupi sementara, supaya terlihat kemiskinan ditangani," tutur Rizal Ramli.
Hal ini disampaikan Rizal dalam dialog kenegaraan bertajuk "Neoliberal Vs Kerakyatan", di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Neoliberal gampangannya sama dengan neokolonialisme, pasar ugal-ugalan, membiarkan asing menguasai ekonomi Indonesia, kita kehilangan kedaulatan ekonomi seperti Filipina," tutur Rizal Ramli yang ketika menjadi Menko Perekonomian pernah menandatangani LoI dengan IMF ini.
Lebih lanjut pria yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden ini mengeluhkan lambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal inilah yang membuat Indonesia tidak kunjung tumbuh menjadi negara maju.
"Kita bukan negara ekonomi yang baik, kita tidak bisa olah apa-apa, hasilnya kita cuma jualan kertas saja," tutur Rizal.
Rizal menginginkan Indonesia meninggalkan Washington concencus dan membangun ekonomi kerakyatan.
"Jepang meninggalkan Washington concencus dan hasilnya menjadi negara yang maju sekalipun berada di Asia," tegasnya. (van/qom)











































