"Empat tahun yang lalu neolib malu-malu, sekarang neolib lebih percaya diri, tapi tiga-tiganya (capres) mengaku bukan neoliberal," tutur Rizal.
Hal ini disampaikan Rizal dalam dialog kenegaraan bertajuk "Neoliberal Vs Kerakyatan" di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Zaman Ibu Mega, Indosat dijual, waktu Boediono jadi menteri itu banyak penjualan aset asing, Pak JK antusiasme dengan asing," tutur Rizal.
Rizal berharap apabila ada capres-cawapres yang menganut faham neoliberal untuk mengakui dan berbenah diri menuju ekonomi kerakyata.
"Makanya siapa itu orangnya sudah mengaku saja wong jelas ada track record-nya kok mengelak neoliberal," tutur Rizal.
"Kewajiban kita membuka yang palsu tidak manipulatif, yang setengah hati kita yakinkan, ada yang tidak tahu kita beritahu kalau harus segera berpindah dari neolib," imbuhnya.
(van/qom)











































