Demikian hal itu dikemukakan oleh Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata Harry Susetyo di sela kunjungan ke tol Surabaya-Mojokerto, Surabaya, Jumat (29/5/2009).
"Restrukturisasi utang Garuda dengan ECA sudah selesai. Yang (utang) lainnya menyusul, sekarang sedang negosiasi," ujarnya.
Utang yang diperpanjang selama 7 tahun itu akan mulai dibayar BUMN aviasi tersebut di bulan Juli 2009. Namun sayang ia tidak merinci berapa pembayaran yang akan dilakukan Garuda setiap bulannya.
"Tanya saja ke Garuda, saya tidak tahu detail teknisnya," ujarnya.
Perusahaan plat merah tersebut memiliki total utang US$ 659 juta per Desember 2008. Sebesar US$ 450 juta dalam bentuk valuta asing kepada ECA dan kepada pemegang surat utang FRN Singapura.
Sementara sisanya utang berupa mata uang rupiah yang setara US$ 200 juta berupa Mandatory Convertible Bond (MCB) kepada PT Bank Mandiri Tbk.
(ang/qom)











































