"Malam ini sedang difinalkan ada inflasi tipis sekali," kata Kepala BPS Rusman Heriawan saat dihubungi detikFinance, Minggu (31/5/2009).
Inflasi bulan Mei yang sangat tipis ini, kata dia masih akan berada diangka nol koma. Hal ini disebabkanΒ karenaΒ gejolak harga bahan makanan tidak terlalu terjadi gejolak yang signifikan. Minyak goreng yang mengalami sedikit gejolak harga karena kenaikan harga CPO dan musim giling tebu yang belum merata berdampak pada harga gula, menjadi penentu inflasi di bulan Mei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan jika dibandingkan dengan posisi year on year (yoy) antara bulan Mei 2008 lalu dengan Mei 2009, dipastikan terjadi penurunan inflasi signifikan yaitu mendekati angka 6 persen.
"Tidak di bawah 6 persen itu luar biasa, karena Mei tahun 2008 lalu terjadi kenaikan harga BBM," katanya.
Seperti diketahui pada bulan April 2009 lalu BPS justru mencatat deflasi sebesar 0,31 persen selama April karena sebagian besar kota mengalami deflasi, akibat turunnya harga makanan dan sandang.
BPS mencatat inflasi sepajang tahun 2009 berjalan diantaranya bulan Januari -0,07 persen, Februari 0,21 persen, Maret 0,22 persen dan April -0,31 persen. (hen/ang)











































