Inflasi Mei Hanya 0,04%

Inflasi Mei Hanya 0,04%

- detikFinance
Senin, 01 Jun 2009 13:50 WIB
Inflasi Mei Hanya 0,04%
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei sebesar 0,04% dibanding April deflasi 0,31%. Secara year on year, inflasi Mei 2009 terhadap Mei 2008 juga sudah sangat terkendali sebesar 6,04%. Sementara inflasi tahun kalender dari Januari-Mei 2009 tercatat hanya 0,10%.

Demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (1/6/2009).

Dari pantauan BPS, 40 kota mengalami inflasi, dan 20 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Maumere 1,58%, inflasi terendah di Depok 0,01%. Deflasi tertinggi di Jayapura 1,31% dan deflasi terendah di Madiun 0,03%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,48 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09 persen; kelompok kesehatan 0,62 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan 0,25 persen dan kelompok sandang 0,48 persen. Kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Mei 2009 relatif stabil.

"Ada beberapa catatan mengenai inflasi Mei, Pertama, inflasi kita memang hanya 0,04%. lima bulan pertama hanya 0,10%, year on year 6,04%. Bulan lalu, April 2009, year on year masih 7,31%, sekarang 6,04%, jadi penurunannya sangat tajam," urainya.

Menurut Rusman, penurunan inflasi yang cukup tajam itu terjadi karena Mei 2008 yang menjadi basis year on year hanya 0,04% atau selisih hingga 1% dibandingkan inflasi Mei 2008 yang mencapai 1,41%.

"Perlu diingat kenapa bulan Mei 2008 itu cukup tinggi 1,41% karena pada 15 Mei pemerintah menaikkan harga BBM. Jadi langsung membuat inflasi kita melonjak," tambahnya.

Apa yang akan terjadi pada 2 bulan berikutnya? Menurut Rusman, pada Juni 2008 inflasi mencapai 2,46%, yang merupakan dampak terusan dari kenaikan harga BBM pada Mei 2008.

"Jadi lebih dahsyat kenaikan harga BBM pada Juni. Pada Juli juga ada inflasi 1,37%, jadi apa? Kalau nanti pada Juli inflasi kita juga rendah, paling tidak di bawah 2,46%, tentu year on year inflasi akan lebih rendah, bisa hampir menyentuh 5%," pungkas Rusman. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads