Demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (1/6/2009).
Dari pantauan BPS, 40 kota mengalami inflasi, dan 20 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Maumere 1,58%, inflasi terendah di Depok 0,01%. Deflasi tertinggi di Jayapura 1,31% dan deflasi terendah di Madiun 0,03%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan 0,25 persen dan kelompok sandang 0,48 persen. Kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Mei 2009 relatif stabil.
"Ada beberapa catatan mengenai inflasi Mei, Pertama, inflasi kita memang hanya 0,04%. lima bulan pertama hanya 0,10%, year on year 6,04%. Bulan lalu, April 2009, year on year masih 7,31%, sekarang 6,04%, jadi penurunannya sangat tajam," urainya.
Menurut Rusman, penurunan inflasi yang cukup tajam itu terjadi karena Mei 2008 yang menjadi basis year on year hanya 0,04% atau selisih hingga 1% dibandingkan inflasi Mei 2008 yang mencapai 1,41%.
"Perlu diingat kenapa bulan Mei 2008 itu cukup tinggi 1,41% karena pada 15 Mei pemerintah menaikkan harga BBM. Jadi langsung membuat inflasi kita melonjak," tambahnya.
Apa yang akan terjadi pada 2 bulan berikutnya? Menurut Rusman, pada Juni 2008 inflasi mencapai 2,46%, yang merupakan dampak terusan dari kenaikan harga BBM pada Mei 2008.
"Jadi lebih dahsyat kenaikan harga BBM pada Juni. Pada Juli juga ada inflasi 1,37%, jadi apa? Kalau nanti pada Juli inflasi kita juga rendah, paling tidak di bawah 2,46%, tentu year on year inflasi akan lebih rendah, bisa hampir menyentuh 5%," pungkas Rusman. (qom/ir)











































