Hal tersebut disampaikan Kepala BP Migas R Priyono usai penandatanganan perjanjian rekening bersama untuk dana abandoment and site restoration di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/6/2009) .
"Perpanjangan kontrak otoritas pemerintah tapi BP Migas akan merekomendasikan perpanjangan kontrak selama empat tahun," jelas Priyono.
Menurut Priyono, kontrak itu harus diperpanjang karena wilayah tersebut merupakan daerah strategis untuk Indonesia. "Karena itu daerah strategis bagi negara kita," ungkapnya.
Saat ditanya berapa cadangan di blok tersebut, Priyono belum bisa ditentukan. "Sekarang blok tersebut masih survey seismik," ungkapnya.
Seperti diketahui, Pada 1990, Pertamina menyerahkan kontrak Blok Ambalat kepada ENI Italia, sedangkan konsesi Ambalat Timur diberikan kepada Chevron. Saat itu tidak ada protes dari Malaysia soal pengoperasian blok yang diperkirakan mengandung 62 juta barel minyak dan 348 miliar kaki kubik gas bumi tersebut.
Namun belakangan Malaysia mengklaim dua blok tersebut sebagai blok ND6 dan ND7 serta mengklaim sebagai wilayah laut mereka yang baru. Malaysia menyerahkan eksplorasi minyak di Ambalat kepada Shell (Belanda) bersama Petronas Carigali Sdn Bhd (Malaysia).
(epi/dnl)










































