Β
"Pencapaian ini merupakan pencapaian tertinggi yang pernah diraih Pertamina EP," ujar PR Manager Pertamina EP, M. Harun dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Senin (1/6/2009).
Menurut Harun, prosentase peningkatan produksi terbesar dicapai Pertamina EP Kawasan Timur Indonesia yang mencapaian 116% dari target dengan total produksi 5.567 barel per hari, Unit Bisnis Limau mencapai 110% target dengan totak produksi 11.210 barel per hari serta beberapa unit bisnis dan region lainnya yang berhasil mempertahankan produksi pada tingkat tertinggi.
"Pertamina EP Region Jawa berhasil mempertahankan tingkat produksi di 25.281 barel per hari," jelas Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi Minyak Pertamina EP terus mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1% dari level produksi 95,6 ribu barel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006.Β Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7% di 2007 menjadi 110,3 MBOPD dan diperkirakan akan kembali naik sebesar 7,8% di 2008. Produksi rata-rata Pertamina EP 2008 telah mencapai 116,6 MBOPD.
"Pada 2009 Pertamina EP menargetkan tingkat pertumbuhan produksi minyak sebesar 6,2% dengan target produksi 125,5 MBOPD," papar Harun.
Harun menambahkan disamping Minyak Pertamina EP juga merupakan produsen gas terbesar untuk kebutuhan domestik dengan tingkat produksi gas saat ini mencapai 1040 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). "Dari jumlah tersebut 28% dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 22% untuk memenuhi kebutuhan industri, 18% untuk industri pupuk, 18% untuk pasokan ke pembangkit listrik, dan 14% lainnya untuk kebutuhan kilang Pertamina & pemakaian sendiri," ungkapnya.
Pertamina EP merupakan Anak Perusahaan Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi Minyak dan Gas di dalam negeri, sekaligus tercatat sebagai penyumbang keuntungan terbesar diantara seluruh unit bisnis dan anak perusahaan Pertamina (Persero).
Total keuntungan Pertamina EP terus meningkat dari tahun ke tahun, pada 2006 laba sebelum pajak Pertamina EP sebesar Rp 11,29 triliun, di 2007 naik menjadi Rp 15,16 triliun dan mencapai keuntungan tertinggi pada 2008 sebesar Rp 19,08 triliun atau lebih dari 70% total keuntungan Pertamina (Persero) . Pertamina EP juga menjadi satu-satunya produsen migas di Indonesia yang optimis dapat meningkatkan produksi minyak buminya.
Berdasarkan data BPMIGAS, saat ini Pertamina EP menempati posisi kedua dalam peringkat 10 besar produsen Minyak setelah Chevron dan juga urutan kedua Produsen Gas setelah Total Indonesia.
(epi/dnl)











































