"Proyeksi pertumbuhan perdagangan global 2009 akan negatif dan mulai positif 2010. sampai April 2009, minus 11,09% dan pada 2010 akan positif 0,02%," ujarnya dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/6/2009).
Dalam rapat tersebut, secara resmi pemerintah diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menyampaikan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2010, dengan asumsi makro ekonomi sebagai berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Pertumbuhan ekonomi 5-6%
- Inflasi 4,5-5,5%
- Nilai tukar rupiah Rp 9.500-10.500/US$
- SBI 3 bulan 6-7%
- ICP US$ 40-60 per barel
- Lifting Minyak 950.000-970.000 barel per hari
- Produksi Gas Bumi 8201 BBTUD
- Produksi Batubara 250 MTTA
"Pertumbuhan ekonomi 2010 ditopang oleh kenaikan konsumsi rumah tangga sebesar 4,2-4,8%, konsumsi pemerintah 6-6,7%, investasi 4,1-5,5%, ekspor 5-7%, dan impor 6,1-6,8%," tukas Sri Mulyani.
Sri Mulyani pernah mengatakan APBN 2010 nanti arah kebijakan memprioritaskan meneruskan upaya pemulihan ekonomi. Anggaran belanja tetap pada fungsi pelindung rakyat miskn. Program peningkatan kesejahteraan rakyat seperti BOS (Biaya Operasional Sekolah), Jamkesmas, dan raskinΒ akan diperluas cakupannya. PNPM akan mencakup seluruh kecamatan.
(dnl/dnl)











































