Berikut pernyataan GM Indonesia terkait pendaftaran Chapter 11 oleh GM Corp:
1. GM Indonesia di bawah payung GM Asia Tenggara dan GM Asia Pasifik akan tetap beroperasi dengan normal, sementara Perusahaan prinsipal-nya GM Corp di Amerika mempercepat proses re-building dan re-invent di pengadilan Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Fasilitas perakitan, produksi dan pasokan dari GM di Thailand tetap beroperasi dengan normal.
4. Pegawai dan supplier-suplier lokal akan tetap dibayar dengan normal sesuai perjanjian bisnis.
5. Operasi diler-diler penjualan di seluruh Indonesia, beserta program garansi dan dukungan pelayanan terhadap pelanggan tidak akan terpengaruh. Semuanya akan berjalan normal seperti biasa.
"GM Indonesia yakin bahwa prinsipalnya, akan mempercepat proses pembentukan perusahaan yang lebih kuat, lebih ramping dan lebih efisien, untuk dapat lebih maju serta siap berkompetisi kembali di market otomotif dunia pada umumnya dan di Amerika Serikat khususnya," jelas Mukiat Sutikno, Managing Director GMAI dalam siaran persnya, Selasa (2/6/2009).
Ia menambahkan, semua diler Chevrolet di seluruh Indonesia akan tetap beroperasi, bahkan dalam 3 bulan mendatang, Chevrolet akan menambah 2-3 diler baru di Indonesia. Layanan purna jual beserta jaminannya tetap berlaku, dan penyediaan suku cadang pun tetap kami jamin, bagi diler maupun untuk pelanggan hingga masa-masa yang akan datang.
Mukiat menambahkan, merek Chevrolet akan tetap hidup, eksistensi GM pun akan tetap bertahan.
"Market Indonesia, adalah market yang penting bagi GM. Untuk itu, kami tetap berupaya dan berusaha keras melangsungkan bisnis kami di sini dan mengembangkannya agar terus maju dan menjadi besar," tegasnya.
GMAI manergetkan akan menjadi penjual mobil terbanyak nomor 5 di kelas penumpang di Pasar Indonesia tetap. Dan tahun ini, dari target 2600 unit, per Juni ini penjualan GMAI sudah mendekati angka 1000 unit atau 970 unit lebih.
(qom/qom)











































