Pabrik KNI akan menjadi pabrik amonium nitrat terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kaltim Industrial Estate Bontang Kalimantan Timur.
Perusahaan plat merah bidang konstruksi itu akan mengerjakan rancang bangun, pengadaan dan konstruksi (EPC), senilai US$ 173 juta. Rencananya pembangunan konstruksi pabrik ini akan dimulai bulan Juli 2009 yang diperkirakan akan rampung pada kuartal kedua tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Presiden Direktur Rekin Triharyo I. Soesilo mengatakan bahwa selama ini Rekin menjadi salah satu perusahaan nasional yang sudah berpengalaman puluhan tahun dalam bidang konstruksi di dalam negeri maupun di luar negeri.
Ia memperkirakan dari pengerjaan pabrik ini akan melibatkan sub kontraktor termasuk akan menyerap 1000 tenaga kerja di kawasan Bontang Kalimantan Timur.
"Kami bangga dapat kepercayaan ini, dukungan dari perusahaan dan pemerintah Australia telah membuktikan Indonesia menjadi tempat yang aman dan menjanjikan untuk investasi," ucapnya.
Rencananya Rekin akan membangun tiga bagian utama pabrik yaitu, utility and offsite area, nitric acid dan ammonium nitrate prill plant, yang akan menggunakan tingkat penggunaan lokal konten hingga 45% dari total nilai kontrak.
Pabrik bahan peledak KNI ini akan dibangun di lahan seluas 10 hektar, dengan kapasitas produksi amonium nitrat sebanyak 300.000 metrik ton per annum (TPA) atau setara 970 metrik ton per hari. Hasil dari produksinya akan memenuhi kebutuhan amonium nitrat untuk kebutuhan dalam negeri khususnya bagi sektor pertambangan.
(hen/ir)










































