Rekin Dapat Order Bangun Pabrik Bahan Peledak Terbesar

Rekin Dapat Order Bangun Pabrik Bahan Peledak Terbesar

- detikFinance
Rabu, 03 Jun 2009 10:16 WIB
Rekin Dapat Order Bangun Pabrik Bahan Peledak Terbesar
Jakarta - PT Rekayasa Industri (Rekin) mendapat order pembangunan pabrik amonium nitrat (bahan peledak pertambangan) milik PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI).

Pabrik KNI akan menjadi pabrik amonium nitrat terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kaltim Industrial Estate Bontang Kalimantan Timur.

Perusahaan plat merah bidang konstruksi itu akan mengerjakan rancang bangun, pengadaan dan konstruksi (EPC), senilai US$ 173 juta. Rencananya pembangunan konstruksi pabrik ini akan dimulai bulan Juli 2009 yang diperkirakan akan rampung pada kuartal kedua tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pabrik ini dijadwalkan akan selesai pada kuartal kedua tahun 2011," kata Presiden Direktur KNI Untung Pandoyo, dalam acara penandatanganan kerjasama Rekind dengan KNI di Jakarta, Rabu (3/6/2009).

Sementara Presiden Direktur Rekin Triharyo I. Soesilo mengatakan bahwa selama ini Rekin menjadi salah satu perusahaan nasional yang sudah berpengalaman puluhan tahun dalam bidang konstruksi di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ia memperkirakan dari pengerjaan pabrik ini akan melibatkan sub kontraktor termasuk akan menyerap 1000 tenaga kerja di kawasan Bontang Kalimantan Timur.

"Kami bangga dapat kepercayaan ini, dukungan dari perusahaan dan pemerintah Australia telah membuktikan Indonesia menjadi tempat yang aman dan menjanjikan untuk investasi," ucapnya.

Rencananya Rekin akan membangun tiga bagian utama pabrik yaitu, utility and offsite area, nitric acid dan ammonium nitrate prill plant, yang akan menggunakan tingkat penggunaan lokal konten hingga 45% dari total nilai kontrak.

Pabrik bahan peledak KNI ini akan dibangun di lahan seluas 10 hektar, dengan kapasitas produksi amonium nitrat sebanyak 300.000 metrik ton per annum (TPA) atau setara 970 metrik ton per hari. Hasil dari produksinya akan memenuhi kebutuhan amonium nitrat untuk kebutuhan dalam negeri khususnya bagi sektor pertambangan.

(hen/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads