Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Mashudianto saat ditemui disela-sela acara perjanjian kerjasama pembangunan pabrik Amonium Nitrat Kaltim Nitrate Indonesia, Rabu (3/6/2009)
"Tadi malam, komitmen dengan Total dan BP Migas oke 3 kargo, jadi sementara aman Juli sampai Desember aman untuk satu plant," katanya.
Dikatakanya, komitmen jaminan dari BP Migas tersebut tidak terlepas dari hasil rapat di kantor Menko Perekonomian Senin lalu. Dimana pemerintah tetap ngotot agar pasokan 9 kargo untuk PIM jangan diganggu gugat agar bisa memenuhi suplai pupuk sebanyak 7 juta ton di 2009 bisa tercapai.
"Sekarang ini baru dapat 2 kargo, itu berjalan 4 bulan, habis 8 Juni untuk berjalan satu pabrik. Sementara ini ada tambahan 3 kargo lagi, masin ada 4 kargo lagi," ucapnya.
Meskipun ia mengakui mengenai harga gas selalu mengalami kenaikan, namun selagi masih di angka US$ 5, pihaknya masih menerimanya.
"Kita lock di angka US$ 5 dollar, memang itu tertinggi dari industri, tapi yang penting jangan sampai mati," ucapnya.
Diperkirakan masalah jaminan pasokan gas ke PIM mulai bisa diatasi pada 2011 setelah mendapat suplai gas dari Blok A oleh Medco Energi.
(hen/qom)










































