"Tahun 2009 target pendapatan kita Rp 3 triliun," kata Presiden Direktur Rekind Triharyo I. Soesilo usai perjanjian kerjasama dengan KNI di Jakarta, Rabu (3/6/2009).
Mengenai pendapatan tahun 2010 nanti, pihaknya memperkirakan pendapatan perseroan kurang lebih sama berada di angka Rp 3 triliun. Penyebabnya ada beberapa sektor yang memerlukan jasa konstruksi masih akan tetap tumbuh dan ada pula beberapa sektor yang mengalami penurunan.
"Kalau melihat perkembangan sekarang Insya Allah sama atau lebih, di tahun 2010," ucapnya.
Ia memperkirakan permintaan konstruksi yang melambat misalnya untuk sektor industri kimia dan petrokimia masih mengakhawatirkan, karena masih terhambat oleh bahan baku yang mahal dan didominasi impor.
Sedangkan untuk proyek-proyek konstruksi di bidang minyak dan gas masih akan terus menggeliat sehingga potensi permintaan jasa konstruksi pabrikasi masih berpeluang tinggi.
"Sekarang ini kita sedang mengerjakan kilang Balongan senilai US$ 183 juta," imbuhnya.
Sebelumnya perseroan telah mengantongi beberapa proyek di dalam maupuan di luar negeri. Misalnya di negeri jiran seperti Brunai misalnya pembangunan pabrik metanol, sedangkan di Malaysia, pihaknya baru saja menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk NPK di Kedah.
"Bicara local content, di sana (Malaysia) sangat ketat lebih dari kita, pembelian materaial sangat dipaksakan (dari lokal)," jelasnya.
(hen/lih)











































