JK Minta Terminal Gas di Medan dan Jakarta Rampung 2010

JK Minta Terminal Gas di Medan dan Jakarta Rampung 2010

- detikFinance
Rabu, 03 Jun 2009 14:39 WIB
JK Minta Terminal Gas di Medan dan Jakarta Rampung 2010
Jakarta - Pemerintah menginstruksikan agar pembangunan terminal penerima gas di Medan dan Jakarta rampung dalam setahun. Terminal penerima gas ini penting untuk memenuhi kebutuhan gas untuk industri di sekitar wilayah itu.

Demikian ditegaskan Wapres Jusuf Kalla usai rapat gas dengan Dirjen Migas Evita Legowo dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (3/6/2009).

"Kita putuskan beberapa hal program yang dulu sudah direncanakan yaitu membangun receiving terminal di Medan dan Jakarta harus dibangun dalam waktu setahun supaya industri ini berjalan segera. Pertamina sanggup setahun bangun receiving terminal," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan gas Indonesia diperkirakan memang akan terus meningkat. Bahkan pada 2011 pasokan gas Indonesia diperkirakan akan defisit sekitar 500 MMscfd. Keadaan ini baru membaik setelah pengembangan gas metan (CBM/Coal Bed Methane) terasa hasilnya.

Agar bisa tetap menjaga pasokan gas dalam negeri, Indonesia juga tidak akan menambah ekspor gas baru. Selain kontrak yang sudah berjalan, seluruh pasokan gas selanjutnya akan dialokasikan untuk dalam negeri.

"Jadi gas dari tempat katakanlah gas dari Bontang, Tangguh train 3, dan nanti Senoro masuk ke Indonesia, dalam negeri. Itu keputusannya, jadi kita harus membangun instalasi cepat dalam setahun, receiving terminal dan mengarahkan semua gas itu yang dibutuhkan dalam negeri untuk mendahulukan kepentingan nasional," tambahnya.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri yang terus meningkat, pemerintah menyiapkan 3 langkah utama.

Pertama, Indonesia mengutamakan kebutuhan gas dalam negeri. Jika ada sisa baru akan diekspor. Kedua, Indonesia harus mempergunakan kemampuan industri dalam negeri untuk membangun seluruh instalasi gas dan juga perminyakan yang kita mampu. Ketiga, Indonesia harus mencari harga yang efisien.
(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads