"Tangguh dan Kangean akan berproduksi sehingga menambah lifting bulan Juni ini," ujar Kepala BP Migas R Priyono dalam pesan singkatnya, Rabu (3/6/2009).
Menurut Priyono, tambahan dari lapangan Tangguh sekitar 7.000 bph dan dari Kangean antara 3.000-7.000 bph. "Sementara untuk Cepu memang menunggu kesiapan pipa ke offshore," tandas Priyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri ESDM Purnomo menjelaskan tidak tercapainya target produksi minyak dalam APBN secara keseluruhan dikarenakan masalah-masalah teknis. Purnomo menyebutkan ada 25 KKKS terhambat masalah operasi, 2 KKKS terganjal masalah perizinan, 2 KKKS terkait cuaca karena off shore, 1 KKKS karena pencurian dan 1 KKKS karena miss management di internal serta satu KKKS yang berkaitan dengan POD.
"Ini semua akan kita tanggulangi," ungkap Purnomo, Rabu (20/5/2009).
Purnomo menyatakan agar target produksi minyak tersebut akan tercapai maka pihaknya akan mendorong produksi di Cepu dan Tangguh.
"Paling penting Cepu. Tangguh juga karena kondesatnya masuk ke itungan minyak. begitupun dengan Kangean inikan kondesat dan minyak juga masuk," ujarnya.
Meskipun target belum tercapai, Purnomo menambahkan pihaknya tidak akan merevisi target produksi tersebut. "Dari kesepakatan kita sampai hari ini, kita tidak akan merevisi produksi. Tapi kalau harga bisa saja akan direvisi karena harga terus berubah," tandasnya.
(epi/lih)











































