Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Franciscus Welirang dalam acara konferensi pers di kantor Kadin, mengatakan bahwa meski dunia telah melewati krisis pangan namun potensi terulangnya krisis serupa sangat besar.
Berdasarkan pengalaman, kebutuhan energi akan terus berlomba-lomba dengan kebutuhan pangan manusia. Terlebih lagi perubahan iklim, gagal panen, wabah hama akan terus mengancam pasokan pangan dunia.
"Pada tingkat dunia pasokan itu selalu serius kegagalan penen bisa terjadi dimana-mana, kita tidak bisa kontrol, jadi jangan dianggap enteng," ucap Franky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita negara yang sudah cukup bisa lewati krisis pangan tapi kita jangan tidur," sergahnya.
Untuk itu ia mengharapkan perlu adanya kesepakatan bersama, antara semua pihak yaitu pemerintah, pengusaha untuk bisa bersinergi menjaga ketahanan pangan.
"Pemerintah kemarin saya lihat sudah cukup responsif menghadapi krisis pangan," ucapnya.
Dalam rangka mewaspadai hal tersebut Kadin menggelar program yang diberinama program Feed The World, yang akan didahului menggelar 7 kali simposium untuk komoditi unggulan seperti gula, jagung, kedelai, sawit, peternakan, kalautan dan perikanan, komoditi holtikura, umbi-umbian, teh, kakao dan kopi.
Dari program ini Kadin, berharap pemerintah bisa memiliki road map ketahanan pangan, khususnya dalam rencana kerja jangka pendek 2009-2014 dan rencananya kerja jangka panjang periode 2009-2014. Rencananya pada tanggal 12-14 Oktober 2009 dalam rangka hari pangan dunia Kadin akan menggelar seminar Feed The World yang akan mengundang dari pihak lembaga pangan dunia (FAO).
(hen/lih)










































