"BPK harus expert, karena kita akan memberikan contoh dan teladan integritas independen dan profesional," ujarnya usai menghadiri peresmian Gedung Pusdiklat BPK di Jakarta, Kamis (4/6/2009).
Ia menjelaskan, integritas yang dimaksud bukan sekedar komitmen simbol yang bisa terlihat kasat mata saja, tapi juga sampai ke perilaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait soal keahlian tadi, Anwar menegaskan, saat ini banyak anggota BPK yang cukup berpendidikan dengan titel doktor dan berasal dari universitas di luar negeri. Meski begitu, tetap saja BPK merasa kekurangan dengan jumlah anggotanya saat ini.
"Kita menilai memang belum cukup, untuk mengatasi kekurangan anggota ini, kita gunakan lembaga negara yang bertanggung jawab maka kita harus buka lapangan pekerjaan kepada para akuntan. Seperti audit di kabupaten, BUMD, PAM, atau pasar-pasar. Agar banyak yang mau tinggal di daerah," katanya.
Namun terkait proses seleksi calon BPK yang kini masih berjalan, Anwar menyerahkan semuanya pada DPR.
"Semua kewenangan DPR. Cari kucing yang bisa nangkap tikus. Kita punya kode etik sendiri dan DPR harus tahu, siapa yang punya kemampuan," katanya.
(dru/lih)











































