Hal ini disampaikan Presdir Medco E&P Budi Basuki di Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/6/2009).
"Kami sudah short list. Sekarang masih study. Kami belum memasukan penawarannya. Berdasarkan jadwal pertengahan Juni," jelas Budi.
Meski belum memastikan darimana dana pembelian tersebut berasal, namun Budi menyatakan pihaknya telah melakukan persiapan dari segi pendanaan. "Kalau barang bagus ya dananya ada," ungkap Budi.
Budi mengakui pihaknya berencana untuk menggandeng partner dalam pengelolaan lapangan tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan asing. "Karena kita butuh teknologinya," katanya.
Budi menyatakan pihaknya tertarik untuk membeli saham BPOWJ karena
produksi di lapangan tersebut masih bisa di tingkatkan. "Medco kan rada pinter urusin barang-barang tua," ungkapnya.
Jika lapangan tersebut dimiliki oleh Medco, Budi menyatakan hal tersebut tidak akan mengubah kontrak gas dengan pembeli. "Mereka kan masih punya kontrak, jadi akan tetap alirkan saja kesana," tandasnya.
BP berencana menjual aset BP West Java Limited (BPWJ) dan menyelesaikan proses divestasi tersebut diharapkan rampung pada akhir tahun 2009. BPWJ merupakan anak usaha BP yang memiliki 46% saham dalam Kontrak Kerja Sama Offshore North West Java (ONWJ).
BP Indonesia berniat menjual BP West Java karena BP West Java tidak lagi sesuai dengan strategi jangka panjang perusahaan.
(epi/lih)










































