"Indonesia berpeluang besar dalam mengembangkan film animasi sebagai salah satu dari industri kreatif penghasil devisa," kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi dalam acara seminar Animasi di Departemen Perindustrian, Jakarta, Kamis (4/6/2009).
Menurut Budi, pengembangkan industri animasi Indonesia masih harus terus ditingkatkan. Saat ini, kata dia, Indonesia banyak memiliki tenaga animasi yang kreatif dan mampu menghasilkan produksi animasi yang berkualitas global.
"Industri animasi kita termasuk kontennya telah melakukan kerjasama produksi dan berkolaborasi dengan perusahaan industri animasi luar negeri," jelasnya.
Meski harus berorientasi ekspor, saat ini pengembangan industri animasi Indonesia yang berbasis tokoh (konten)lokal harus dikembangkan. Ini agar Indonesia memiliki tokoh idola kartun yang bisa di sejajarkan dengan tokoh-tokoh kartun asing lainnya seperti Mickey Mouse, Donald Duck, Popeye, Doraemon dan lain-lain.
"Selama masih ada bayi yang lahir di dunia ini, selama itu pula film animasi masih dibutuhkan," jelasnya.
Budi menambahkan, di negara-negara maju seperti AS, Jepang, Inggris, dan Korea, industri kreatif animasi sangat didukung oleh pemerintah. Karena sektor ini cukup tinggi menghasilkan devisa dan sangat minim menggunakan sumber daya alam.
(hen/ir)











































