Menurut Direktur Jenderal Migas Evita H Legowo, sebelum tender dibuka maka pihaknya akan mengajukan surat izin ke Departemen Keuangan. Hal ini dilakukan karena pembangunan infrastruktur sebesar RP 100 Miliar tersebut dibiayai oleh APBN.
"Paling tidak Agustus atau September tender akan dilaksanakan," ujar Evita dalam kunjungan Menteri ESDM dalam rangka pembentukan kota Gas Palembang di Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/6/2009).
Sementara itu, Walikota Palembang Eddy Santana Putra menyatakan pihaknya akan ikut bersaing dalam proses tender tersebut. "Kami akan ikut bersaing ditender itu. Kita juga ingin jadi operator," ujar Eddy.
Eddy menyatakan kota Palembang sudah 8 tahun menggunakan gas untuk kebutuhan rumah tangga. Hingga saat ini sudah ada 3980 sambungan gas untuk rumah tangga yang dikelola oleh PGN.
"Kami menyambut baik adanya proyek pengembangan gas kota untuk 4200 KK di provinsi Palembang. Namun keinginan kami ini jangan sampai pilot project saja. Kalau bisa se-Palembang ini menggunakan gas karena ini lebih murah hanya 30 persen dari elpiji," jelasnya.
Seperti diketahui, pembangunan jaringan gas kota di Palembang dan Surabaya ditargetkan selesai akhir tahun sehingga gas bisa mulai mengalir pada awal tahun depan untuk 4.200 KK di dua kelurahan yaitu Kelurahan Lorok Pakjo dan Siring Agung. Untuk pasokan gasnya berasal dari Medco E&P.
Selain di Palembang, pengembangan jaringan gas kota ini juga akan dilaksanakan di Surabaya. Adapun pendanaan yang dialokasikan untuk pembangunan di dua kota tersebut sebesar Rp 100 miliar, dimana dananya berasal dari APBN.
(epi/lih)











































