Β
Total anggaran BM-DTP 2009 sebenarnya mencapai Rp 2,5 triliun, namun baru Rp 1,7 triliun yang disetujui Departemen Keuangan termasuk Rp 1,3 triliun untuk sektor manufaktur (Departemen Perindustrian).
Β
"Saat ini fasilitas BM-DTP yang sudah bisa serap senilai Rp 158,2 miliar," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Departemen Perindustrian (Depperin) Dedi Mulyadi di kantornya, Kamis (4/6/2009).
Β
Dana itu sudah terserap di 41 perusahaan dari 5 sektor yaitu sektor elektronik, otomotif, galangan perkapalan, sorbitol dan telematika. Hingga kini tercatat total 75 perusahaan yang telah mengajukan BM-DTP dan 41 perusahaan diantaranya telah memperoleh Surat Keterangan Verifikasi Industri (SKVI) dari pihak Surveyor Indonesia (SI).
Berdasarkan data Depperin terdapat sembilan sektor industri yang bakal memperoleh fasilitas BM-DTP, antaralain otomotif, elektronika, galangan perkapalan, alat besar, PLTU, Sorbitol, kabel serat optik dan peralatan telekomunikasi, methiltyn mercaptide, dan ballpoint.
Β
Menurut Dedy, masih rendahnya serapan anggaran BMDTP karena lambatnya penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang baru keluar pada Maret 2009.
"PMK-nya baru keluar Maret, jadi pelaksanaan stimulus ini baru bisa efektif pada bulan April 2009," ungkapnya.
Β
Berdasarkan analisis Depperin, ada potensi penurunan penyerapan insentif BM-DTP sebesar 30% tahun ini atau hanya sekitar Rp 910miliar dari total Rp 1,3 triliun yang disiapkan.
Β
Berikut ini beberapa nama perusahaan yang telah menerima SKVI antara lain, PT Cipta Saksama Indonesia, PT Gemala Kempa Daya, PT Palingga Nasional, PT Inti Pantja Press Industri, PT Astra Daihatsu Motor, PT Sanyo Indonesia, PT Sanken Argadwija, PT Sharp Electronics Indonesia, PT Hariff daya tunggal Engineering, dan PT BIC BercaCable dan lain-lain.
BM DTP Gelombang Kedua
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(hen/lih)











































