"Kita tidak menganut neoliberalisme, kita juga tidak menganut komunisme. Tapi ekonomi jalan tengah yang pro rakyat," seru SBY disambut pekik riuh massa pendukungnya.
Hal ini disampaikan SBY dalam pidato politiknya di sesi kampenye perdana SBY-Boediono, Kamis (4/6/2009). Kampanye berlangsung di arena PRJ, Kemayoran, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski kita berpihak pada rakyat kecil tapi kita harus memastikan bahwa pembangunan adalah untuk semua," sambung SBY.
Ada sejumlah pilar pokok penunjang ekonomi jalan tengah yang menjamin pemerataan dan keadilan bagi rakyat. Salah satunya adalah mencegah KKN yang sering timbul dari adanya konflik kepentingan pejabat negara dalam menjalankan tugas kenegaraan mereka.
Caranya adalah dengan melarang pejabat negara beserta anggota keluarganya melakukan kegiatan bisnis. Bila pun melakukan kegiatan bisnis, harusnya dilakukan secara terbuka dengan memperhatikan azas kepatutan.
"Ingat menguritanya kegiatan bisnis keluarga pejabat menjadi awal keruntuhan bangsa kita di masa lalu. Rakyat tidak akan percaya bahwa pemimpinnya benar-benar curahkan waktu dan tenaga untuk negara bila pejabat itu sibuk dengan bisnisnya sendiri," sambung SBY.
(lh/qom)











































