"Sesuai hasil rapat kemarin akan dilaporkan ke presiden untuk diputuskan," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/6/2009).
Dalam rapat yang berlangsung di kantor Wapres sebelumnya, Wapres melarang ekspor gas dari Donggi-Senoro, dan meminta LNG dari kedua lapangan gas itu untuk pasokan domestik meski sebelumnya telah disepakati sebagian besar akan diekspor ke pasar Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendapat lapora kalau CBM kita sudah mulai jalan. Jadi dari sisi pasokan tidak ada masalah," jelas Purnomo.
Purnomo menjelaskan masalah harga LNG Donggi Senoro kini masih menjadi hal yang paling krusial. "Kita ingin tahu harganya utk domestik berapa," tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan menyatakan pihaknya siap menghitung ulang harga gas di well head lapangan senoro dan Matindok.
"Kita siap hitung ulang harga di wellhead biar lebih ekonomis," ujar Karen.
Menurut Karen, perhitungan ulang ini perlu dilakukan mengingat besarnya investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek tersebut. Investasi upstream (hulu) lapangan Senoro US$ 780 juta dan lapangan Matindok sekitar US$ 800 juta sedangkan investasi untuk downstream (hilir)sekitar US$ 1,6 miliar.
(epi/qom)











































