Penggunaan gas untuk rumah tangga dan industri dinilai lebih efisien jika dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar lain.
Β
Lesi, warga kelurahan Lorok Pakjo Palembang mengaku telah menggunakan gas kota sejak tahun 2001. Ia mengaku lebih irit setelah menggunakan gas, sebelumnya wanita berusia 24 tahun ini menggunakan minyak tanah.
Β
"Dulu saya pakai minyak tanah, selain lebih mahal juga repot. Kalau ini biasanya tagihannya rata-rata Rp 50-40 per bulan. Ini jauh efisien kita bisa lebih hemat. Kalau dibanding pakai elpiji juga jauh banget," ungkap LesiΒ saat ditemui disela-sela kunjungan Menteri ESDM dalam rangka pembentukan kota Gas Palembang di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/6/2009).
Β
Meskipun awalnya Lesi mengaku takut saat ditawari penggunaan gas sebagai bahan bakar rumah tangganya, namun saat ini Lesi merasa lebih aman menggunakan gas dibandingkan bahan bakar lain. 'Lebih aman, tidak takut meledak. Lagipula kami tidak perlu angkat-angkat tabung," ungkap ibu satu anak ini.
Β
Sementara tetangga Lesi, Toha yang menggunakan elpiji berharap dapat menikmati fasilitas kota. Toha mengaku ia menghabiskan uang sekitar Rp 200.000 per bulan untuk kebutuhan memasak. "Katanya menggunakan gas jauh lebih murah," ungkapnya.
Β
Tidak hanya rumah tangga, kalangan industri di Palembang juga mengaku lebih hemat menggunakan gas.
Β
Salah satu pabrik yang menggunakan gas untuk berproduksi yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk cabang Palembang.Β Kepala cabang PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Antony Kamaludin menyatakan penggunaan gas dalam proses produksi diakui telah mengurangi cost.
Penggunaan gas di pabrik yang memproduksi mie ini dimulai sejak tahun 2002. Pada tahun 1982-1987 bahan bakar yang digunakan solar. Tahun 1988-1992 memakai IDO, sedangkan tahun 1993-2001Β menggunakan MFO.
Β
"Harga gaskan lebih murah. Misalnya pada tahun 2008, harga MFO Rp 3.903 per liter, solar Rp 4.828 per liter, gas Rp 2.247 per liter dan batubara Rp 600.000 per ton. Lagipula kalau pakai MFO dan Solarkan ada biaya angkut sebesar Rp 90 per liter," paparnya.
Β
Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro juga menghimbau agar pelaku industri lain juga mulai menggunakan gas untukΒ proses produksinya.
Β
"Saya meminta kepada BP Migas untuk menambah volume gas yang akan disalurkan kepada industri. Agar adaΒ keseimbangan industri dan rumah tangga," jelasnya.
Β
Menanggapi hal tersebut, Kepala BP MigasΒ R PriyonoΒ menyatakan pihaknya mendukungΒ usulan tersebut. "Namun BP Migas dan KKKS tidak langsung memasok gas ke konsumen, tapiΒ pasokan gas tersebut difasilitasi PGN," tandasnya.
(epi/ir)











































