"Sampai detik ini BPH belum ada rencana penggunaan smard card, namun kalau pemerintah menghendaki kita siap karena kajiannya sudah lama kami lakukan," ujar anggota Komite BPH Adi Subagyo saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (4/6/2009).
Menurut Adi, penggunaan smart card ini dilakukan sebagai salah satu opsi membatasi penggunaan BBM bersubsidi. "Ini cara untuk memanage demand side dari penggunaan BBM bersubsidi. Jangan sampai semua beli BBM bersubsidi," jelas Adi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa pantas mobil pribadi terutama mobil mewah disubsidi? Sementara rakyat di daerah terpencil beli BBM dengan harga lebih mahal dibanding di kota-kota besar," ungkap Adi.
Program smart card ini telah gagas sejak tahun 2008 ketika harga minyak dunia melambung hingga lewat US$ 100 per barel. Namun rencana tersebut batal karena banyak dituding tidak efektif.
Program smart card alias kartu pintar ini untuk mengendalikan penggunaan BBM bersubsidi saat selisih antar BBM non subsidi dan bersubsidi semakin besar.
(epi/ir)











































