Â
"Kalau semen di Indonesia mahal kenapa nggak impor, kenapa harus teriak-teriak, bea masuknya kecil tidak terlalu tinggi, tidak ada larangan impor hanya memenuhi SNI saja," kata Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian Benny Wahyudi saat ditemui di kantornya, Jumat (5/6/2009).
Â
Benny menjelaskan mengenai harga semen di Indonesia saat ini tidak termasuk yang termahal, kecuali produk yang sudah dikemas dalam kantong-kantong kecil, itu pun dalam jumlah yang kecil. Ia juga menegaskan pemerintah akan mendukung upaya penyelidikan KPPU terkait dugaan kartel tersebut.
"Kita mendukung kalau memang ada praktek yang tidak sesuai dengan udang-undang dan peraturan. Kita tidak bisa menghukum," jelasnya.
Menurutnya tuduhan kartel tersebut sampai saat ini sangat jauh dari fakta yang ada. Misalnya dari sisi zona pemasaran ia mencontohkan produk-produk semen asal Jawa Timur pun bisa dipasarkan di Jakarta seperti produk Semen Gresik, semen Padang bahkan produk Holcim dapat ditemukan di Jawa Timur.
Â
"Kenapa mereka nggak dagang aja di sana biar bagi-bagi lah. Baturaja pun ada di Lampung. Kalau dari segi pembagian pasar, rasaya saya tidak berada dalam posisi membela, silahkan periksa dibuktikan," serunya.
(hen/lih)










































