Â
Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (5/6/2009).
Â
"Harga minyak goreng sekarang itu tidak mencerminkan harga CPO (Crude Palm Oil) untuk sebab itu Bulog kita arahkan kesana. Tapi saya pikir perlu waktu yang panjang," ujarnya.
Â
Menurutnya, mendistribusikan migor tidaklah semudah mendistribusikan gula milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), karena jaringan distribusi migor lebih luas dan berhubungan dengan lebih banyak pihak.
Â
"Tapi saya sepakat bahwa kita harus melihat bagaimana minyak goreng itu bisa kita perbaiki struktur pasarnya," ungkapnya.
Dirut Bulog Mustafa Abubakar sebelumnya menyatakan, Bulog telah menyiapkan konsep untuk masuk sebagai pelaku (distribusi) minyak goreng. Konsep itu akan segera disampaikan ke pemerintah untuk dimintakan persetujuannya.
(ang/qom)











































