Indonesia sebagai tuan rumah akan terus mendorong tercapainya aturan perdagangan multilateral yang adil dan seimbang, diantaranya memperjuangkan penghapusan subsidi pertanian dan subsidi ekspor produk pertanian di negara-negara maju
"Sebagai kelompok yang memperjuangkan aturan perdagangan yang multilateral yang adil, Cairns Group berupaya mendorong terciptanya perdagangan yang adil," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara konferensi pers di Gedung Departemen Perdagangan, Jakarta, Jumat (5/6/2009).
Dalam forum ini, CGMM akan mengundang mitra dagang utama sebagai tamu khususnya diantaranya dari pihak AS, Uni Eropa, Jepang, India dan China.
Mari menambahkan pertemuan tingkat menteri kelompok Cairns ini merupakan langkah lanjutan untuk kembali berunding di putaran Doha sehingga dapat mengurangi kesenjangan yang ada di antara negara-negara WTO.
"Cairns Group juga memperjuangkan dihapuskannya subsidi pertanian dan subsidi pertanian dan subsidi ekspor produk pertanian yang sangat besar di negara maju yang telah mendistorsi perdagagan dunia. Subsidi telah menyesengsarakan petani di negara berkembang," ucap Mari.
Pada kesempatan yang sama Dubes RI di WTO Jenewa Erwidodo mengatakan kalau pertemuan petinggi-petinggi negara di Bali akan membahas bagaimana mengurangi proteksionisme negara terhadap perdagangan multilateral yang ternyata semakin memperparah perdagangan dunia.
Dalam forum ini juga akan hadir 18 dari 19 negara anggota CGMM dan juga Dirjen WTO Pascal Lamy dan ketua Perundingan Pertanian WTO.
Dikatakannya sebelum dilakukan kelanjutan putaran Doha, akan juga dilakukan pertemuaan-pertemuan informal lainnya misalnya OECD dari tanggal 24-25 Juni 2009 di Paris Prancis, pertemuan APEC pada 22 Juli 2009.
(hen/lih)











































