IMD: RI Capai Peningkatan Daya Saing Ekonomi Spektakular

IMD: RI Capai Peningkatan Daya Saing Ekonomi Spektakular

- detikFinance
Minggu, 07 Jun 2009 12:30 WIB
IMD: RI Capai Peningkatan Daya Saing Ekonomi Spektakular
Jakarta - Peringkat daya saing Indonesia meningkat tajam dari 51 ke 42. Lembaga think thank berbasis di Lausanne, Swiss, IMD Competitive Center pun menyebut Indonesia meraih peningkatan daya saing ekonomi yang spektakuler.

"Peningkatan paling spektakuler terjadi pada Indonesia yang naik dari peringkat 51 ke 42 dan Estonia yang anjlok dari peringkat 12 ke 35," demikian siaran pers dari IMD seperti dikutip detikFinance, Minggu (7/6/2009).

Dalam laporan IMD yang berjudul 'World Competitiveness Yearbook 2009' itu disebutkan, Indonesia kini berada dalam kelompok negara emerging lain seperti Brasil dan lebih baik dari Filipina, Meksiko, Afrika Selatan dan Rusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, daya saing Indonesia masih berada di bawah India, Thailand, China dan Malaysia. Sementara Singapura yang tahun lalu berada di peringkat ke-2, turun ke peringkat ke-3 setelah digeser Hong Kong.

Dalam menentukan peringkat negara- negara itu, IMD menggunakan 329 kriteria yang dua-pertiganya terdiri dari indikator obyektif berupa statistik dan data kuantitatif lainnya. Sedangkan sisanya merupakan indikator persepsi yang diperoleh melalui wawancara. Peringkat untuk tahun 2009 ini didasarkan pada pencapaian dan data tahun 2008.

Bagi Indonesia, peningkatan pada tahun 2009 ini terutama disebabkan perbaikan yang signifikan dalam kinerja ekonomi dari peringkat 52 pada tahun 2008 menjadi rangking 41 pada tahun 2009, Government Efficiency (peringkat 38 tahun 2008 menjadi 31 tahun 2009), Business Efficiency (peringkat 44 menjadi 38).

Namun Indonesia dinilai IMD masih perlu memperbaiki infrastruktur dimana peringkatnya turun dari 51 tahun 2008 menjadi 53 tahun 2009.

Selain laporan peringkat daya saing yang telah dilaksanakan sejak tahun 1989 itu, IMD pada tahun ini juga melakukan stress test untuk melihat daya tahan negara-negara terhadap krisis ekonomi.

Hasil stress test menunjukkan daya tahan Indonesia menghadapi krisis global pada peringkat 33. Dari 4 faktor yang dinilai dalam stress test itu, daya tahan Indonesia untuk faktor Government adalah yang terbaik pada peringkat 26. Sedangkan 3 faktor lainnya masing-masing Economy Forecasts peringkat 33, Business peringkat 36 dan Society peringkat 33.

Atas laporan tersebut, Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati berharap peringkat Indonesia bisa lebih baik lagi kedepannya.

"Melihat kinerja perekonomian Indonesia triwulan I/2009 dan perkiraan sepanjang tahun 2009 dibandingkan dengan negara-negara lain, kami mengharapkan peringkat daya saing dan daya tahan Indonesia akan cenderung lebih baik lagi dibandingkan penilaian IMD yang menggunakan data tahun lalu itu," ujarnya.

Hal ini menurut Sri Mulyani menunjukkan bahwa langkah-langkah yang telah dilaksanakan pemerintah menghadapi krisis global saat ini bukan saja dapat meminimalisir dampak krisis itu, tapi justru juga telah meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global dengan signifikan.

Sri Mulyani menambahkan, Pemerintah Indonesia akan terus melanjutkan reformasi kelembagaan termasuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Dengan demikian daya saing perekonomian Indonesia yang membaik pada gilirannya akan meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.


(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads