"Kami menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 menjadi 3-4% dengan inflasi diperkirakan turun menjadi sekitar 5% hingga akhir tahun," demikian pernyataan IMF tentang Indonesia seperti dikutip dari situsnya, Senin (8/6/2009).
Tim IMF yang dipimpin Milan Zavadjil, yang merupakan Senior Resident Representative IMF untuk Indonesia baru saja melakukan kunjungan sebelum akhirnya membuat revisi tentang proyeksi ekonomi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sekitar 6% pada periode 2005-2007, posisi fiskal terus membaik dan neraca berjalan juga surplus. Sementara utang pemerintah dan swasta juga sudah turun menjadi 30% PDB, ditambah cadangan devisa yang cukup aman.
Sektor keuangan juga semakin kuat dengan laba dan modal yang mencukupi disertai dengan supervisi yang lebih baik.
"Dengan keuntungan dari kondisi awal yang kuat, perekonomian Indonesia sejauh ini bisa bertahan dari guncangan dengan sangat baik. Setelah terkena tekanan pasar yang substansial pada kuartal terakhir 2008, kini ada tanga-tanda perbaikan kepercayaan pasar yang diindikasikan penguatan rupiah, suku bunga rendah dan pemulihan pasar saham," jelas Zavadjil.
Dan dengan didukung belanja terkait pemulu, ketahanan ekonomi Indonesia terlihat lebih baik dari ekspektasi pada kuartal I-2009. Hal itu membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di G20, dengan inflasi yang makin terkendali.
"Kinerja ekonomi secara keseluruhan sangat membesarkan hati. Manajeman makro ekonomi yang hati-hati bakal diperlukan dalam periode kedepan untuk mengatasi potensi pembalikan lebih lanjut dari pasar global," tambahnya.
IMF menilai Indoensia harus bisa mempertahankan momentum pertumbuhan ekonominya pada semester II-2009. (qom/qom)











































