Selain solar, Pertamina juga mengimpor 3,5 juta barel premium per bulan. Menurut Vice Presiden (VP) Communication PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra, Jumlah BBM yang diimpor tersebut yaitu 30 persen dari kebutuhan normal dalam negeri.
"30 persen dari kebutuhan normal dalam negeri akan diimpor. Diperkirakan premium kurang lebih 3,5 juta barel dan Solar 2,2 juta barel per bulan," jelas Basuki dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin (8/6/2009).
Namun untuk jenis BBM lain yaitu avtur dan minyak tanah, Basuki menyatakan impor tidak perlu dilakukan karena stoknya sangat memadai.
"Untuk avtur kita sudah swasembada, begitupun dengan minyak tanah," ungkapnya.
Basuki menambahkan ketahanan stok BBM secara nasional saat ini berada di atas 22 hari. "Untuk stok premium, kerosin, solar dan avtur rata-rata masih di atas 22 hari dan kondisi ini normal," tandas Basuki.
(epi/ir)











































