Pertemuan Cairns Group yang menguasai 25% ekspor produk pertanian ini berlangsung di Hotel Concard di Tanjung Benoa, Kuta, Bali, Senin (8/6/2009). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Mendag Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan Australia Simon Crean.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani meminta agar negosiasi Doha Development Agenda (DDA) supaya segera selesai. Menurut Sri Mulyani jika negosiasi DDA gagal, maka berarti gagal pula menciptakan keseimbangan perdagangan dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendag Mari Elka Pangestu menyatakan, Indonesia dan negara berkembang dalam kelompok ini mampu lebih luas dalam bernegosiasi untuk melindungi kepentingan petani. Hal ini cukup penting bagi Indonesia karena 50% tenaga kerja ada di pertanian, sehingga pemerintah harus melindungi kepentingan mereka.
"Untuk menghapus dan mengurangi subsidi, ekspor dan domestik support yang dilakukan negara maju, subsidi ekspor dan domestik support yang menyebabkan terjadi distorsi harga dan menyebabkan harga jadi lebih rendah sehingga merugikan petani kita," urai Mari tentang apa yang akan diperjuangkan Indonesia. (qom/ir)










































