"Dia (IMF) kan cuma setahun sekali ke sini (melihat proyeksi Indonesia), jadi wajar dia sering salah," katanya di gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Senin (8/6/2009).
Sri Mulyani bahkan mengaku sudah tahu IMF bakal merevisi prediksinya terhadap Indonesia. Hal ini karena sejak awal perkiraan IMF sudah menggunakan asumsi yang salah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu asumsi yang salah digunakan IMF adalah tingkat konsumsi masyarakat Indonesia. Asumsi konsumsi yang digunakan IMF tidak setinggi yang digunakan pemerintah. Selain itu, IMF salah mengukur pengaruh dampak krisis global terhadap Indonesia.
"IMF melihat pertumbuhan konsumsi kita tidak setinggi prediksi pemerintah, tapi ternyata dia salah. Lalu dia juga over estimated pengaruh global terhadap Indonesia karena negara-negara ASEAN itu tidak ada yang tidak terkena imbas krisis ekonomi global tapi ternyata Indonesia bisa," tambahnya.
Selain faktor dari internal Indonesia, faktor luar yang berpengaruh adalah pertumbuhan ekonomi China ternyata cukup tinggi dan berhubungan kuat dengan ekonomi Indonesia.
"Dan (hubungan) itu akan menyebabkan penurunan ekspor tidak akan begitu dalam," tukasnya.
(lih/qom)










































