Demikian hal itu disampaikan oleh Kepala Bappenas Paskah Suzetta di sela rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2009).
"Dari pihak Indonesia pembiayaannya sebagian diambil dari ADB, sedangkan Malaysia oleh sendiri," katanya.
Ia mengatakan, pinjaman pembangunan transmisi listrik tersebut berbeda dengan pinjaman yang dilakukan pemerintah sebelumnya kepada ABD.
Namun sayang, ia enggan merinci total kucuran dana yang akan diberikan oleh ADB.
"Saya kurang tau nilainya," ucapnya.
PLN memang berencana membangun transmisi listrik di perbatasan Malaysia dan RI di Kalimantan. Transmisi tersebut dibangun terkait rencana Indonesia mengimpor listrik dari Malaysia. Impor listrik dari Malaysia itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di Kalimantan yang masih defisit.
(ang/lih)











































