Eksportir Tetap Nyaman Terhadap Penguatan Rupiah

Eksportir Tetap Nyaman Terhadap Penguatan Rupiah

- detikFinance
Rabu, 10 Jun 2009 10:59 WIB
Eksportir Tetap Nyaman Terhadap Penguatan Rupiah
Jakarta - Para importir merespons positif pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS yang mulai konstan menguat dan sempat menembus di bawah 10.000 per dolar AS. Penguatan ini pun tidak langsung direspons negatif oleh eksportir karena sebagian besar eksportir pun merangkap sebagai importir.
 
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi) Amiruddin Saud saat dihubungi detikFinance, Rabu (10/6/2009).
 
"Kami sudah nyaman dengan kurs saat ini sudah bagus, lebih baik lagi kalau dibawah 10.000," ujar Amiruddin.
 
Menurutnya, sudah lazim jika kurs rupiah menguat maka para importir teriak sumringah, sedangkan para eksportir kecewa. Namun kata dia, karena sebagian importir yang juga merangkap sebagai eksportir kondisi ini belum menjadi masalah bagi eksportir.
 
"Memang tidak semuanya merangkap eksportir juga," ucapnya.
 
Mengenai penguatan ini, ia optimis rupiah akan terus membaik, ke arah dibawah 10.000. Terperosoknya rupiah beberapa waktu lalu menurutnya hanya sentimen sesaat saja karena dampak krisis global. Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat menguat menembus 9.996 per dolar AS.
 
Impor Masih Tetap Anjlok 15%
 
Amiruddin juga mengatakan hingga semester pertama 2009 nanti nilai impor masih akan tetap melorot 15% dari periode yang sama pada tahun lalu yang diimbangi oleh penurunan ekspor sebesar 30%.
 
Penurunan impor terjadi pada barang-barang bahan baku dan produk barang konsumsi seperti elektronika dan lain-lain. Dikatakannya komposisi impor Indonesia sebesar 76% masih didominasi bahan baku, barang konsumsi 8%, barang modal 12% dan lain-lain.
 
"Nilai impor kita pada tahun 2008 sebesar US$ 127 miliar," imbuhnya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads