Komut Pertamina Hanya Relawan Pendukung SBY-Boediono

Komut Pertamina Hanya Relawan Pendukung SBY-Boediono

- detikFinance
Rabu, 10 Jun 2009 14:10 WIB
Komut Pertamina Hanya Relawan Pendukung SBY-Boediono
Jakarta - Partai Demokrat membenarkan Komisaris Utama Pertamina Jenderal Sutanto menjadi relawan pendukung SBY-Boediono. Sejumlah pihak pun meminta Sutanto memilih salah satu, tetap menjadi Komut Pertamina atau mundur dan jadi relawan.

"Sutanto sebagai relawan yang tidak masuk dalam timnas atau tim sukses yang didaftarkan ke KPU," kata anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat Soetan Bathogana di sela-sela RDP dengan Pertamina di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6/2009).

Menurut Soetan, keikutsertaan Sutanto menjadi relawan ini sifatnya pribadi dan seharusnya tidak menjadi masalah karena bukan bagian dari tim sukses.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena yang didaftarkan ke KPU adalah timnas. Relawan ini bebas, tidak ada aturannya, tapi kalau timnas di KPU akan bermasalah," tambahnya.

Berbeda dengan Soetan, anggota Komisi VII dari FPAN Alvin Lie berpendapat Sutanto seharusnya memilih salah satu jabatan saja.

"Kalau ingin jadi tim sukses, berhentilah jadi komisaris dan direksi. Walau hanya relawan, berarti boleh dong pegawai BUMN ikut-ikutan jadi tim sukses, nanti apa tidak cakar-cakaran sendiri BUMN?" katanya.

Sedangkan terkait isu yang dilontarkannya mengenai pengunduran diri Dirut Pertamina Karen Agustiawan, Alvin mengaku mendengarnya dari beberapa orang.

"Kalau yang bicara satu orang saya tidak masalah, tapi kalau beberapa orang yang tidak saling kenal mengatakan pejabat BUMN mundur karena tidak tahan akibat tekanan, maka saya perlu klairifikasi. Kalau saya tidak tanyakan di sini dimana lagi?" ketus politisi dari FPAN ini.

Ia mengatakan klarifikasi di depan umum ini perlu dilakukan terutama karena Komisaris Utama Pertamina Sutanto terang-terangan mendukung salah satu capres.

"Saya khawatirkan kalau Pertamina bisa diperah dananya untuk kampanye maka BUMN lain juga bisa. Rusak nanti semua BUMN kita," ujarnya.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads