Suku bunga kredit yang masih tinggi terhadap UMKM seperti menjadi pelengkapnya. Hambatan-hambatan seperti pungutan-pungutan dari pihak yang mengaku dari bank ketika melakukan verifikasi kredit masih saja terjadi.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Seluruh Indonesia (APKLI) Yudi Lazuardi mengatakan pungutan semacam itu sering dikeluhkan oleh anggotanya, nilainya bisa mencapai 10% dari total kredit yang diberikan.
"Masih ada pungli sekitar 10%, katanya sih buat biaya administrasi, syarat-syaratnya juga berbelit-belit," keluhnya usai acara raker Kadin Bidang UMKM di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (10/6/2009).
Selain itu kata dia, dalam mengakses KUR masih banyak syarat yang diterapkan perbankan walaupun nilai pinjamannya dibawah 5 juta, misalnya dalam bentuk jaminan kendaraan roda dua.
"Pedagang rokok saja ditanya kepastian lahan usaha, apakah akan pindah tempat atau tidak," ucap Yudi.
Sampai saat ini anggota APKLI secara nasional mencapai 1 juta pedagang kaki lima, di Jakarta saja terdapat 80.000 orang anggotanya.
Sementara itu Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sandiaga Uno berharap hal-hal semacam ini bisa dipencahkan agar program KUR berjalan baik. Bahkan program semacam linked program antara usaha besar dan kecil kedepannya bisa saling melengkapi dan mendukung.
"Kadin mencoba melakukan advokasi kebijakan kemudian menggerakkan kemitraan antar sektor usaha," timpalnya.
(hen/lih)










































