Kucuran KUR ke PKL Diwarnai Pungli

Kucuran KUR ke PKL Diwarnai Pungli

- detikFinance
Rabu, 10 Jun 2009 17:25 WIB
Kucuran KUR ke PKL Diwarnai Pungli
Jakarta - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tadinya diharapkan sebagai penyelamat bagi para usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) termasuk pedagang kaki lima (PKL) justru kian hari tidak menunjukan tanda-tanda keberpihakannya. Banyaknya persyaratan dan pungutan liar (pungli) justru mewarnai dari program ini.
 
Suku bunga kredit yang masih tinggi terhadap UMKM seperti menjadi pelengkapnya. Hambatan-hambatan seperti pungutan-pungutan dari pihak yang mengaku dari bank ketika melakukan verifikasi kredit masih saja terjadi.
 
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Seluruh Indonesia (APKLI) Yudi Lazuardi mengatakan pungutan semacam itu sering dikeluhkan oleh anggotanya, nilainya bisa mencapai 10% dari total kredit yang diberikan.
 
"Masih ada pungli sekitar 10%, katanya sih buat biaya administrasi, syarat-syaratnya juga berbelit-belit," keluhnya usai acara raker Kadin Bidang UMKM di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (10/6/2009).
 
Selain itu kata dia, dalam mengakses KUR masih banyak syarat yang diterapkan perbankan walaupun nilai pinjamannya dibawah 5 juta, misalnya dalam bentuk jaminan kendaraan roda dua.
 
"Pedagang rokok saja ditanya kepastian lahan usaha, apakah akan pindah tempat atau tidak," ucap Yudi.
 
Sampai saat ini anggota APKLI secara nasional mencapai 1 juta pedagang kaki lima, di Jakarta saja terdapat 80.000 orang anggotanya.
 
Sementara itu Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sandiaga Uno berharap hal-hal semacam ini bisa dipencahkan agar program KUR berjalan baik. Bahkan program semacam linked program antara usaha besar dan kecil kedepannya bisa saling melengkapi dan mendukung.
 
"Kadin mencoba melakukan advokasi kebijakan kemudian menggerakkan kemitraan antar sektor usaha," timpalnya.
(hen/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads