PU: Tarif Suramadu Bukan untuk Bayar Pinjaman China

PU: Tarif Suramadu Bukan untuk Bayar Pinjaman China

- detikFinance
Kamis, 11 Jun 2009 09:30 WIB
PU: Tarif Suramadu Bukan untuk Bayar Pinjaman China
Jakarta - Pemerintah menegaskan penerapan tarif Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sebesar Rp 30.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp 3.000 untuk roda dua bukanlah untuk pengembalian modal pinjaman luar negeri. Dana dari pengenaan tarif itu akan digunakan sepenuhnya untuk biaya operasional, perawatan dan pengembangan kawasan Suramadu.

Demikian dikatakan oleh Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak melalui pembicaraan telpon dengan detikFinance, Kamis (11/6/2009).

"Tujuan tarif ini bukan mengembalikan utang, tapi untuk pengembangan wilayah di sana, pemeliharaan, monitoring, operasional tol, lebih pada pengembangan kawasan," jelasnya.
 
Dikatakannya untuk pengembalian modal pinjaman relatif akan mahal, pasalnya dari total panjang Jembatan Suramadu beserta jalan pendukungnya sepanjang 21 km setidaknya telah menelan dana Rp 5 triliun. Dari dana itu sebanyak 55% berasal dari APBN dan 40% lebih dari pinjaman lunak China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hitungan kita dari tarif itu bisa mencukupi kebutuhan operasional dan perawatan, ada kelebihan sedikit untuk pengembangan kawasan," jelasnya.
 
Ia memperkirakan minimal selama satu minggu kedepan setelah peresmian, dalam proses uji kelayakan semua pengguna jembatan akan diberikan tarif gratis dengan pemberian tiket masuk.
 
Selain itu, meski sudah ada operator jalan tol oleh Jasa Marga, pihak Bina Marga masih memiliki tanggung jawab dalam maksimalisasi fasilitas jembatan Suramadu.
 
"Bina Marga akan pasang lampu di kabel-kabel penyangga, pada tahun ini juga, agar lebih indah di malam hari," katanya.

(hen/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads