Melalui lobi-lobi di Bali beberapa waktu lalu, kelompok Cairns telah berhasil membuat suasana tegang dua kubu negara berkembang dan maju selama 6 bulan terakhir menjadi cair kembali.
Β
"Bedanya berhasil, tidak berhasil? Kita tidak berantem, dalam suasana keakraban di Bali. Kita sepakat untuk membahas kembali (putara Doha), itu signifikan lho," sergahnya disela-sela acara seminar FTZ di Hotel Borobudur, Kamis (11/6/2009).
Β
Hasil pertemuan informal 18 anggota kelompok Cairns di Bali, kata Mari, direspon positif oleh negara-negara yang sempat menjadi batu ganjalan dalam putaran Doha beberapa waktu lalau seperti AS san India. Untuk pertama kalinya negara-negara maju tersebut dengan eksplisit mau melakukan pembahasan kembali Putaran Doha.
Β
"Memang kita belum memastikan kapan pembahasan sampai ke meja perundingan," ujar Mari.
Β
Dikatakan Mari, sinyal ini menjadi tanda positif berlanjutnya putaran Doha setelah sejak 6 bulan terakhir mengalami kevakuman komunikasi mengenai hal tersebut.
Β
Sebagai batu loncatan kelanjutan putaran Doha, rencananya pembahasan lanjutan dari pertemuan Cairns di Bali akan disambung dalam pertemuan G-20 di bulan September dan pertemuan menteri-menteri di forum WTO di bulan November 2009.
(hen/lih)











































