Mereka bahkan menuding bahwa salah satu cawapres yang maju dalam pilpres kali ini merupakan orang yang harus bertanggung jawab atas kasus BLBI tersebut.
Tim Ekonomi Mega-Prabowo, Iman Sugema menjanjikan masalah ini bisa segera diatasi di kepemimpinan Mega-Prabowo nanti.
"Masalah tersebut dikhawatirkan hingga tahun 2030 bahkan hingga kiamat-pun tidak akan tertagih. Nantinya kami akan menunjuk Jaksa Agung untuk menuntaskan BLBI," ujar Iman.
Hal ini senada dengan tim ekonomi JK-Wiranto yaitu Fadil Hasan dan Alvin Lie yang menyatakan bahwa jika JK naik menjadi presiden maka dirinya berjanji tidak akan ada BLBI kedua di Indonesia.
"Terlihat dari penolakan JK atas blanket guarantee utang yang diajukan Menteri Keuangan kepada Presiden" ujar Fadil.
Alvin sendiri mengatkan bahwa saat ini proses hukum belum menunjukkan transparansi yaitu dengan masih adanya pelaku yang masih bercokol dijabatannya.
"Pihak-pihak penyalahgunaan BLBI harus segera ditindak lanjuti dan segera diselelsaikan," tegasnya.
Lain halnya dengan Tim ekonomi SBY-Boediono, Syarif Hasan dan Fery Latuhihin, menjelaskan bahwa terkait kasus BLBI, Pemerintahan saat ini hanyalah menanggung kebijakan pemerintah sebelumnya.
"Di mana pemerintah SBY hanya cuci piring kesalahan kebijakan pemerintah yang sebelumnya," pungkas Syarif.
(dru/lih)










































