Menurut Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu, kedua pejabat BUMN tersebut merasa tidak pernah mendaftarkan dirinya menjadi salah satu tim sukses dalam Pilpres 2009.
Namun begitu, nama mereka muncul dalam daftar tim sukses yang dimiliki Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
"Mereka berdua sudah konfirmasi ke saya, menyatakan siap mundur dari tim sukses. Karena mereka merasa tidak pernah ikut daftar dalam salah satu tim sukses," ujarnya ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Sabtu (13/6/2009).
Menurut Said, keduanya melaporkan niat pengunduran dirinya melalui telepon. Walau begitu, Said mengaku belum mengetahui kapan mereka akan mundur secara resmi.
"Itu kan urusan mereka dengan KPU dan Bawaslu. Yang penting mereka sudah lapor mau mundur dari tim sukses," ujarnya.
Selain dua pejabat perusahaan plat merah tersebut, Bawaslu juga menemukan nama Komisaris Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Raden Pardede dan Komisaris PT Pertamina Umar Said dalam daftar nama yang tergabung dalam tim sukses.
Raden Pardede sudah mengambil sikap dengan menyatakan akan mundur dari posisinya di PPA. Sedangkan mengenai Umar Said, Kementerian Negara BUMN belum mendapat konfirmasi atau laporan lebih lanjut.
(ang/dnl)











































