Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mencatat eskpor mamin di akhir Mei 2009 masih anjlok sebesar 30% dari periode yang sama pada tahun 2008.
"Ekspor masih turun 25% sampai 30% posisi akhir Mei, faktor flu babi memang masih sangat kecil, ini data dari Depdag," kata Ketua Gapmmi Franky Sibarani saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (14/6/2009).
Seperti kondisi sebelumnya penurunan ekspor masih sebagian besar terjadi di pasar-pasar Amerika dan Eropa. Umumnya penurunan ekspor terjadi pada produk makanan dan minuman olahan seperti udang dan lain-lain.
"Ekspor kita sekarang, paling sebagian besar ke pasar Asia saja," katanya.
Franky mengatakan dari total jumlah ekspor makanan dan minuman Indonesia pada tahun 2008 sempat menembus US$ 2 juta, dengan permintaan ekspor yang belum membaik jumlah ekspor tahun ini hanya diproyeksikan US$ 1,5 juta.
Mengenai isu flu babi yang saat ini sudah masuk di stadium 6, ia memperkirakan dampaknya sedikit banyak akan mempengaruhi ekspor mamin Indonesia ke pasar-pasar ekspor.
"Dampaknya itu sangat mungkin, dengan banyak negara memprotek, itu kemungkinanya besar terjadi, memang sih Indonesia belum masuk dalam negeri," ujarnya.
(hen/lih)










































