Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto, ada beberapa dugaan sementara yang bisa menjadi penyebab seringnya kecelakaan kerja terjadi di instalasi Pertamina. Pertama, adalah lemahnya prosedur atau SOP (standar operation procedure) yang ada. Kedua adalah lemahnya kepatuhan pekerja terhadap SOP tersebut.
Sedangkan kemungkinan ketiga adalah indikasi kesengajaan. Menurut Pri Agung, faktor kesengajaan ini harus diwaspadai dengan adanya agenda penting yang akan digelar tak lama sesudah kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina memang akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin besok. Salah satu agendanya adalah membahas nasib Komisaris Utama Pertamina Jenderal Sutanto yang juga menjadi relawan pendukung SBY-Boediono. Belum diketahui apakah memang ada agenda pergantian direksi di rapat tersebut.
Sementara VP Communication Pertamina B Trikora Putra mengakui, aktivitas industri migas memang rawan dari kecelakaan. Tapi ia menegaskan, setiap instalasi Pertamina sudah dilengkapi dengan SOP masing-masing. Para pekerjanya pun diwajibkan memenuhi SOP tersebut.
"Industri migas memang kegiatannya rawan, kecelakaan kerja selalu mengintai. Tapi fasilitas kita punya SOP dan itu kita laksanakan. Masalah awarness pekerja juga selalu ditekankan. Semua dalam keadaan baik, alat pemadaman pun terbukti kemarin juga bekerja dengan baik," katanya.
Lalu jika SOP sudah ada dan pekerja juga sudah waspada, apa penyebab kecelakaan di instalasi Pertamina secara berturut-turut?
(lih/iy)











































