Menurut Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Irjen Pol Mathius Salempang, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WITA saat pengisian gas cair di mobil tangki. Pada saat itu, salah satu mobil tangki yang sedang melakukan pengisian gas ditinggal pergi ke toilet oleh pengemudinya.
"Saat ditinggal pergi, mobil tangki mundur sejauh 12 meter dan selang pengisian gas terputus, gas yang keluar pun menimbulkan api." ungkap Mathius yang ditemui wartawan di Mapolwiltabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Makassar (14/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari keterangan saksi-saksi yang diperiksa polisi, diketahui tidak ada satu pun pegawai Pertamina yang berada di sekitar lokasi pengisian gas." pungkas Mathius.
Hingga sore hari ini, polisi sudah memeriksa 14 orang yang terkait kasus ini, 4 orang di antaranya adalah pegawai Pertamina. Polda Sulselbar juga sudah membentuk tim khusus penyidikan kasus ini, yang diketuai oleh Kasat I Bareskrim Polda Sulselbar, AKBP Setiadi.
Sementara itu, menurut Subhang, pengemudi mobil tangki PT Yudha Guna Sari Tirta, yang ditemui detikcom di Mapolwiltabes Makassar, saat sedang mengantre pengisian gas, tiba-tiba ia melihat api dari mobil tangki yang dikemudikan oleh Ibrahim, pengemudi dari PT Permata Alam Sulawesi.
"Saat terjadi ledakan, tidak ada pikiran lain selain lari menyelamatkan diri, termasuk memikirkan (Alm) Najamuddin yang terjebak di atas mobilnya." tutur Subhang. (mna/lih)










































