Pertamina Ekspor Perdana Avtur ke Inggris

Pertamina Ekspor Perdana Avtur ke Inggris

- detikFinance
Senin, 15 Jun 2009 06:45 WIB
Pertamina Ekspor Perdana Avtur ke Inggris
Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah melakukan ekspor perdana 200.000 barel avtur ke Inggris. Ekspor avtur yang dilakukan pada 1 Juni lalu diambil dari kilang Dumai, Riau.

"Pembelinya Shell, tapi untuk tujuan ke Inggris," ujar Vice President Komunikasi Pertamina, Basuki Trikora Putra dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin (15/6/2009).

Basuki menyatakan proses jual beli tersebut dilakukan secara business to business (B to B) dengan harga yang berlaku saat transaksi adalah harga pasar pada saat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi ini kan B to B. Jadi harga transaksi ya untuk kepentingan korporat Pertamina dan Shell," jelas Basuki.

Basuki menambahkan peluang Pertamina dalam pengembangan pasar ke luar negeri cukup besar mengingat kemampuan kilang yang memproduksi avtur lebih mencukupi untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Hal itu terjadi setelah konversi minyak tanah ke elpiji berjalan dengan baik dan  kebutuhan minyak tanah dalam negeri berkurang.

Sebelumnya,  Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina, Rusnaedy Johari menyatakan ekspor avtur dilakukan akibat kelebihan produksi domestik.
Kebutuhan avtur domestik 1,3 - 1,4 juta barel per bulan. Sementara produksi avtur dari kilang domestik sebesar 1,5-1,6 juta barel per bulan.

"Jadi, ada potensi ekspor sebesar 100-200 ribu barel per bulan," ujar Rusnaedy saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Menurut Rusnaedy, sejak Maret 2009 Pertamina tidak lagi mengimpor Avtur. Ini karena ada kelebihan produksi avtur domestik akibat program konversi minyak tanah ke LPG.

"Minyak tanah itu sekarang kita olah menjadi avtur di kilang kita. Sebelum konversi, tadinya kita mengimpor avtur 300 ribu barel per bulan," jelas Rusnaedy.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) telah merekomendasikan ekspor avtur kepada Pertamina. Pertamina hanya diberi izin ekspor avtur selama tiga bulan.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads