"Fasilitas ini mampu memproduksi 6.000 barel gas propan dan butan per hari untuk dijual di pasar domestik," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam peresmian fasilitas produksi LPG Hess Lapangan Ujung Pangkah dan pembentukan kota gas di Hess (Indonesia-Pangkah) Limited, Kawasan Industri Maspion, Manyar, Gresik, Senin (15/6/2009).
Fasilitas ini akan memisahkan komponen gas propan dan butan yang diairkan melalui pipa bawah laut untuk selanjutnya melalui proses pendinginan sehingga dihasilkan LPG. LPG yang diproduksi Hess memiliki kapasitas design 327 MT per hari propan dan 223 MT per hari butan. Hasil produksinya cukup untuk memenuhi kebutuhan LPG di wilayah Surabaya dan Madura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
lapanagn Ujung Pangkah," ujar President and General manager Hess (Indonesia-Pangkah) Limited, Steve McNally.
McNally juga mengungkapkan bahwa Lapangan Ujung Pangkah merupakan bagian penting dalam pemenuhan energi bagi pertumbuhan ekonomi Jatim. Pembagunan proyek ini, kata McNally, merupakan keberhasilan di dalam rangkaian kegiatan pengembangan fasilitas-fasilitas untuk lapangan Ujung Pangkah.
Pengembangan selanjutnya pada 2009-2010 adalah penambahan fasilitas-fasilitas anjungan lepas pantai kedua, anjungan kompresi dan pemrosesan dan anjungan akomodasi dan utilitas guna meningkatkan produksi minyak dan gas dari Lapangan Ujung Pangkah.
(iwd/lih)











































