Masalah utamanya adalah PLN tidak mampu memberikan suplai listrik karena keterbatasan jaringan dan daya listrik karena PLN kekurangan dana investasi untuk penambahan jaringan.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Tito Nurbaintoro mengatakan hingga saat ini setidaknya kurang lebih ada 100.000 unit rumah bersubsidi belum ada sambungan listriknya, yang setidaknya membutuhkan subsidi rumah hingga Rp 400 miliar.
Sementara itu anggota DPR RI dari Komisi IV Enggartiasto Lukito mengatakan, sampai saat ini setidaknya sudah ada 74.000 unit rumah yang belum tersambung listrik sejak 2003, dengan kerugian hingga Rp 3,5 triliun.
Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI), sejak tahun 2003 lalu setidaknya ada 48.000 rumah dari pengembang yang belum teraliri listrik, sedangkan APERSI mencatat mencapai 20.000 rumah sederhana dan Perumnas mencapai 22.000 lebih rumah sederhana.
"Sebanyak 48.000 unit yang belum dialiri listrik baik yang sudah atau belum di serahkan kepada penghuni, karena tidak adanya dana dari PLN untuk pemasangan daya listrik PLN," kata Ketua Umum REI, F Teguh Satria dalam raker gabung dengan Komisi V, di DPR RI, Senin (15/6/2009).
Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaaan Umum Budi Yuwono mengatakan berdasarkan hasil pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dari 198 twin blok yang akan dibangun di 91 lokasi, saat ini sudah dibangun 139 twin blok.
Dari jumlah itu sebanyak 60 twin blok sudah dihuni, dan sebanyak 12 twin blok sudah selesai dari masalah kelistrikan dan air, sementara 45 twin blok sisanya sudah dapat dihuni pada tahun 2009 ini tidak ada masalah dengan listrik.
"Sedangkan sebanyak 22 twin blok, sejumlah 15% masih dibahas dengan pemda terkait dengan masalah listrik dan serah kelola," jelasnya.
Khusus mengenai lokasi-lokasi rusunawa yang belum ada listriknya antara lain wilayah Nunukan, Tarakan, Entikong dan Sukoharjo belum tercukupi aliran listrik.
"Masalah-masalahnya, belum ada kesepakatan tarif, yaitu pemda ingin murah, PLN ingin bisnis. Keterlambatan dana karena APBD yang terlambat, status aset yang belum dihibahkan terkait biaya pengelolaan APBD, ketersedian dana dan lain-lain," papar Budi.
Dirut Perumnas Himawan Arif ditempat yang sama mengatakan setidaknya ada 22.000 lebih unit rumah yang dikelola perumnas sampai saat ini belum dialiri listrik, yang terdiri dari 4.153 untuk rumah yang lama dan 18.038 unit untuk rumah baru.
(hen/qom)











































