Menurut Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Sahala Lumban Gaol, pihaknya masih akan menunggu hasil klarifikasi yang dilakukan Bawaslu sebelum melakukan pemanggilan.
"Kalau mereka (Bawaslu) mengatakan demikian, mereka sudah teliti. Kalau sudah benar baru kita panggil," katanya usai RUPS Pertamina di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/6/2009).
Menurutnya, selain menunggu hasil laporan Bawaslu, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan sehingga pemanggilan pejabat BUMN nanti tidak dilakukan atas dasar isu yang beredar saja.
Sebelumnya, Bawaslu optimis hasil penyelidikannya tersebut bisa rampung pekan ini.
Sementara itu, Komisaris PT Pertamina Umar Said merasa dirinya tidak masuk dalam tim sukses salah satu calon presiden di Pemilihan Presiden 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin data itu yang masuk ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) sekarang. Jadi enggak ada yang perlu dimasalahin," ujarnya.
Sebelumnya, Bawaslu sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian Negara BUMN untuk melakukan pencocokan nama antara daftar tim sukses dan para pejabat BUMN.
(ang/lih)











































